Assalamualaikum wr. wb
emm..lagi jaman jamannya ngomongin pilkada putaran ke2 ni gan, yang sampe sampe semua kalangan masyarakat angkat bicara soal cagub dan partainya..
oiya sebelumnya izinkan saya untuk memberikan komentar kepada khraususnya kepada pasangan foke-nara dan jokowi-basuki. Tepatnya si ini bisa dikatakan suara rakyat, kan katanya negara kita negara demokrasi..hehe
Politik uang bukan hal yang aneh lagi memang untuk para pejabat partai, sampai hal ini bisa dikatakan halal untuk mereka yang mempunyai uang lebih. Bisa dikatakan susah mencari pemimpin yang benar benar ikhlas, suci dan punya tanggung jawab yang besar. Pada putaran pertama Tim jokowi-basuki unggul dari pasangan foke-nara, tapi karena tak mencapai 50% maka diadakannya putaran kedua. sedikit penjelasan "kenapa sih pake ada putaran kedua segala?" Jawabannya adalah sudah tercantum pada UU yang menjelaskan bahwa JAKARTA adalah daerah khusus yang tidak bisa di samakan dengan daerah lain, JAKARTA adalah Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka tidak adil rasanya jika yang setuju dengan kepemimpinan jokowi itu Hanya 43%.
Yang jadi masalah banyaknya tim sukses atau pendukung jokowi tidak setuju jika adanya putaran kedua dengan alasan membuang buang biaya.
Disisi lain dari pasangan foke-nara, foke yang percaya diri bahwa dia akan menang pada putaran pertama ternyata harus ikhlas dengan kekealahan pada putaran pertama. di sinyalir karena lembaga survei indonesia masih ade kontrak dengan foke, sehingga foke menganggap itu survei yang benar benar rill dengan kenyataan yang tidak rill.
Eksisnya jokowi pada saat menjadi walikota dengan meraih penghargaan urutan walikota terbaik dunia dan eksisnya saat membeli mobil esemka membuat aktor walikota ini dikenal di jakarta. sehingga partai PDI pun tak segan segan mencalonkan jokowi menjadi gubernur DKI JAKARTA. Mungkin faktor inilah jokowi bisa mendapatkan perolehan suara tertinggi. karena jika kita tanya kepada masyarakat jakarta mengapa pilih jokowi karena dia walikota terbaik, dan orangnya kalem. Jadi yang dilihat masyarakat hanyalah Aktornya saja tapi tidak melihat partai maupun wakilnya.
keburukan pada pasangan ini adalah datang ke masyarakat dan memberikan uang dengan syarat memilih pasangan ini, tak hanya itu saja beredarnya sms dikalangan masyarakat dengan membawa bawa ras dan agama juga mewarnai pikada tahun ini, terlebih hadirnya banyak video yang diposting ke youtube, sangat disayangkan sebagian masyarakat untuk pasangan ini.
Sedangkan untuk foke-nara harus turun pamornya karena partai demokrat yang makin dikenal dengan korupsinya, membuat masyarakat harus mikir mikir untuk memilih pasangan, poster poster tentang kejelekan partai ini pun membuat masyarakat tercuci otaknya, belum lagi janji janji foke yang belum terlaksana membuat masyarakat enggan memilihnya lagi.
sebelumnya sekali lagi saya hanya ingin menyampaikan suara masyarakat yang dalam aktivitas sehari hari saya dengar. di sini saya juga bukan tim sukses keduanya saya hanya masyarakt biasa yang bosan dengan trik trik seseorang yang gila dengan jabatan, sehingga menghalalkan segala cara
saya hanya bisa menyampaikan siapa pun pemimpinnya tapi kalo masyarakatnya ga berfikir maju saya rasa Jakarta atau pun Indonesia ga akan pernah maju. mau cagub dengan segudang prestasi pun ga akan bisa memajukan Jakarta, suatu contoh: penanganan kali kali di jakarta untuk mengurangi banjir ga akan secepat yang dipikirkan kalo masyarakat masih buang sampah sembarangan sehingga pemprov mau ga mau harus mengeluarkan biaya untuk pengangkutan sampah setiap harinnya. dan bagi masyarakat yang ga mengerti hanya menuntut kemana anggaran. dan ujung ujungnya timbul fitnah, dan akhirnya jakarta ga selesai selesai
untuk pikiran saya pribadi saya hanya berfikir kalo setiap 5th pemimpin di ganti dengan kondisi Jakarta dan pola pikir masyarakat yang seperti ini apa efektif untuk membangun kota ini? lalu bagimana dengan konsep konsep atau strategi pembangunan kota ini jika jatuh ketangan pimpinan yang baru, pasti akan selalu ada perubahan dalam 5th hanya karena berbeda pikiran?
kenapa saya bisa mengatakan seperti ini? Karena sesuai dengan UU bahwa Jakarta adalah Kota khusus yang tidak bisa disamakan dengan kota lain. jadi jangan berfikir mengatur jakarta itu sama dengan mengatur kota lain
ctt: INI BUKAN AJANG PROVOKASI, tapi ini untuk Masyarakat dan untuk Jakarta.
Suara Masyarakat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar